Intel Menghadapi Tuduhan Diskriminasi Usia Terhadap Karyawannya

0
646
Intel Ilustrasi
Intel Ilustrasi

Salah satu perusahaan semikonduktor tertua dan terbesar di dunia, Intel- saat ini sedang menghadapi penyelidikan atas dugaan adanya diskriminasi usia dalam pendekatan perusahaan ketika melakukan PHK terhadap karyawannya sejak 2016, demikian seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal baru-baru ini.

Intel diduga berusaha menyingkirkan karyawannya yang berusia lebih tua dan mempertahankan yang lebih muda. Karyawan yang lebih tua memilikipengalaman yang sudah matang, lebih sadar akan tugasnya, dan tentunya memiliki keluarga, hal ini dianggap bisa “memberatkan” perusahaan karena mereka akan digaji lebih tinggi daripada karyawan yang muda.Tetapi praktik semacam ini tidak diizinkan di AS.

Kilas balik, dua tahun lalu Intel mengumumkan PHK terhadap karyawannya dengan alasan restrukturisasi perusahaan. PHK dilakukan bertahap hingga tahun 2017. Seluruh karyawan baik yang sukarela maupun yang tidak, semua terkena imbas PHK. Banyak mantan karyawan yang protes dan menyampaikan keluhannya kepada Komisi Kesempatan Kerja Sama AS (EEOC).

Dalam kesempatan yang lain, Intel berpendapat bahwa ketika mereka membuat keputusan tersebut, faktor-faktor seperti usia, ras, asal kebangsaan, jenis kelamin, status imigrasi, atau demografi pribadi lainnya bukan bagian dari proses pertimbangan pengambilan keputusan PHK.

Saat ini Komisi Kesempatan Kerja Sama AS (EEOC) sedang mencari bukti-bukti atas dugaan ini. Apabila nanti ditemukan bukti yang cukup, maka Intel akan menghadapi gugatan Class Action dari mantan karyawannya. Sangat disayangkan sekali kasus seperti ini menjerat perusahaan sekelas Intel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.